Tujuh Kesalahan Investor Saham Bagi Pemula
Saham adalah sebuah investasi dimana kita membeli
sebuah perusahaan dengan harga yang minimum, biasanya disebut dengan 1 lot atau
100 lembar. Harga saham per lembar di setiap perusahaan berbeda-beda mulai dari
yang terendah dan tertinggi, sebagai contoh saham FREN (Smartfren) per tanggal
28 Oktober 2020 adalah Rp 70.000 per lot-nya , sedangkan harga saham GGRM
(Gudang Garam) per tanggal 28 Oktober 2020 adalah Rp 4.097.500 per
lotnya.
Seperti itulah yang dinamakan saham, setiap produk
saham memiliki kode dan harga per lotnya yang berbeda-beda. Untuk orang awam
seperti kita, pasti bingung untuk memulai berinvestasi saham dan banyak sekali
melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan investasi saham. Sebagaimana
artikel ini dibuat untuk mencegah kesalahan-kesalahan yang akan dialami oleh
pemula untuk berinvestasi saham. Inilah tujuh kesalah investor saham bagi
pemula :
1. Bagaimana Caranya Mengelola
Uang
Pertama kita harus mengerti uang yang kita
investasikan itu untuk apa. Oleh karena itu, kita harus memiliki finance
management. Dengan finance management yang baik, kita dapat menentukan arah dan
tujuan kita dalam berinvestasi.
2. Berinvestasinya tidak
menggunakan dana yang aman
Apa sih yang dimaksud dengan dana yang aman? Dana
yang aman merupakan dana yang diluar hutang, dana darurat, dan dana kebutuhan.
Bisa dikatakan dana yang aman adalah dana tabungan kita sendiri, dimana
bedanya jika dana tabungan tidak akan bertumbuh, kalau dana investasi
akan bertumbuh. Jadi, untuk berinvestasi kita perlu menggunakan dana aman agar
menjadi jaminan untuk masa depan, karena investasi memiliki tujuan jangka
panjang.
3. Tersesat Dalam Prinsip
Investasi
Banyak orang yang tidak bisa membedakan apa itu
investing, saving, trading, bahkan gambling. Dia berpikir bahwa dirinya sedang
berinvestasi tetapi bukan karena dia tidak tahu apa itu sebenarnya investasi.
Beberapa perbedaanya sebagai berikut : investasi bertujuan untuk melindungi
nilai uang kita agar tidak terkena inflasi, saving bertujuan untuk menaruh uang
agar aman, trading bertujuan untuk keuntungan jangka pendek.
4. Investor Tidak Mau Ribet
Sering
sekali investor pemula tidak sabar untuk menantikan hasilnya. Investasi itu
membutuhkan waktu tidak bisa instan mendapatkan untuk mendapatkan keuntungan.
Investasi memiliki tujuan untuk jangka panjang seperti dana hari tua.
5. Terlalu Menggeneralisasikan
Investasi
Orang selalu menganggap sama ketika berinvestasi
saham, sebagai contoh orang ingin dan bisa menjadi seorang warren buffet.
Padahal, kita tidak tahu susah senangnya orang yang sukses dalam menjalani
pekerjaannya baik di investasi maupun di pekerjaan manapun.
6. Membeli saham hanya di satu
perusahaan saja
Investor pemula biasanya hanya
membeli saham di satu perusahaan saja. Tidak membagi portofolio mereka ke
berbagai macam perusahaan. Karena dengan car aini kita bisa meminimalisirkan
risiko kita terhadap saham yang mulai turun. Ketika kita membeli saham di
banyak perusahaan, kita tidak akan terlalu khawatir ketika satu saham mulai
turun karena kita masih memiliki saham di perusahaan yang lain sebagai backup.
7. Emosional
Selogic apapun kita dan sehebat
apapun Analisa kita jika kita emosional kita bisa terjebak kedalam investasi
yang bodoh. Kenapa? Karena emosional dapat mengatur kita untuk mendapatkan
untung yang besar tapi tidak sabar dalam melakukan investasi.
Itulah kesalahan investor pemula dalam melakukan investasi saham. Ingat investasi saham adalah memberikan uang kita sebagai modal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang. Jadi, hindari tujuh kesalahan tersebut agar investasi kita sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita sebagai investor.
Komentar
Posting Komentar